DIPENGHUJUNG PENGABDIAN, KETUA DPR LUNCURKAN BUKU
Di hari-hari terakhir sebagai Ketua DPR Periode 2004-2009, Agung Laksono meluncurkan buku dengan judul Dari Rumah Rakyat Mengawal Demokrasi. Peluncuran buku dilangsungkan di Gedung Nusantara IV DPR dihadiri sejumlah Anggota DPR, Menkokesra Aburizal Bakrie dan Panglima TNI Djoko Santoso, Senin (28/9).
“Buku yang menjelaskan perjalanan dari awal sampai akhir selama di DPR,” kata Agung.
Ia menjelaskan, buku yang diluncurkannya juga berisi tentang jejak pengabdiannya yang komprehensif selama lima tahun menjadi Ketua DPR. “Selain memuat kiprah saya selama memimpin DPR, dalam buku ini juga saya sampaikan secara ringkas perjalanan hidup saya,” jelas Agung seraya menambahkan bahwa dalam bukunya terdapat pula keterlibatannya di dunia organisasi politik.
Lebih jauh, dalam sambutannya, Ketua DPR berharap parliamentary reform dapat dilanjutkan oleh DPR periode 2009-2014. “Saya berharap parliamentary reform dapat dilanjutkan pimpinan yang akan datang,” katanya.
Dalam bukunya yang berjudul Dari Rumah Rakyat Mengawal Demokrasi, Ketua DPR menjelaskan bahwa parlemen mempunyai peran penting dalam memperjuangkan kepentingan nasional di kancah internasional. Peran parlemen dalam kancah politik internasional ditandai dengan aktifnya DPR di berbagai forum regional maupun internasional.
“Kita aktif ditingkat regional dan internasional. Di tingkat IPU, Indonesia bahkan menjadi negara yang dalam kurun waktu sepuluh tahun sebagai tuan rumah sebanyak dua kali,” jelas Agung.
Sementara itu Ketua Komisi I DPR Theo L Sambuaga dalam sambutan peluncuran buku tersebut mencoba memberi ulasan dari sudut pandang diplomasi parlemen. Ia menilai diplomasi parlemen yang dilakukan DPR periode 2004-2009 sangat intens.
“Diplomasi parlemen DPR 2004-2009 semakin intens dan memberi kontribusi bagi kepentingan nasional,” katanya.
Dalam peluncuran buku berjudul Dari Rumah Rakyat Mengawal Demokrasi, peneliti senior LIPI Syamsuddin Harris juga ikut memberi ulasan. Menurutynya, sosok Agung Laksono merupakan sosok politisi yang menjalani karier politiknya dari bawah.
“Mengawali karier politiknya secara bertahap,” katanya.
Ia menilai Agung Laksono dalam memperoleh kemampuan berpolitik diperoleh secara otodidak. “Ditempa pengalaman bukan pendidikan,” jelasnya.
Lebih jauh, Syamsuddin Harris menilai dari buku yang diluncurkan Ketua DPR, masa-masa Agung Laksono sebagai Pimpinan DPR merupakan yang paling menarik untuk dibaca. (bs)